Ruang Baca - Wahana Tutorial Psikologi, Musik, Biola, dan Teknologi

Jumat, 15 Oktober 2021

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Pemahaman Tentang Disinfektan

Disinfektan

Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit. Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh desinfektan. Disinfektan tidak memiliki daya penetrasi sehingga tidak mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam celah atau cemaran mineral. Di samping itu disinfektan tidak dapat membunuh spora bakteri sehingga dibutuhkan metode seperti sterilisasi dengan otoklaf. 

Efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya lama paparan, suhu, konsentrasi disinfektan, pH dan ada tidaknya bahan pengganggu. pH merupakan faktor penting dalam menentukan efektivitas disinfektan, misalnya senyawa klorin akan kehilangan aktivitas disinfeksinya pada pH lingkungan lebih dari 10. Contoh senyawa pengganggu yang dapat menurunkan efektivitas disinfektan adalah senyawa organik. 

Berikut Ini Adalah Jenis-Jenis Desinfektan.

1. Klorin

Senyawa klorin yang paling efektif adalah asam hipoklorit. Mekanisme kerjanya adalah menghambat oksidasi glukosa dalam sel mikroorganisme dengan cara menghambat enzimenzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat. Kelebihan dari disinfektan ini adalah mudah digunakan dan jenis mikroorganisme yang dapat dibunuh dengan senyawa ini juga cukup luas meliputi bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Kelemahan dari disinfektan berbahan dasar klorin adalah dapat menyebabkan korosif pada pH rendah (suasana asam), meskipun sebenarnya pH rendah diperlukan untuk mencapai efektivitas optimum disinfektan. Klorin juga cepat terinaktivasi jika terpapar senyawa organik tertentu.

2. Iodin

Iodin merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air dalam skala kecil. Dua tetes iodine 2% dalam larutan etanol cukup untuk mendesinfeksi 1 liter air jernih. Salah satu senyawa iodine yang sering digunakan sebagai disinfektan adalah iodofor. Sifatnya stabil, memiliki waktu simpan yang cukup panjang, aktif mematikan hampir semua sel bakteri, namun tidak aktif mematikan spora, nonkorosif, dan mudah terdispersi. Kelemahan iodofor diantaranya aktivitasnya tergolong lambat pada pH 7 (netral) dan lebih mahal. Iodofor tidak dapat digunakan pada suhu lebih tinggi dari 49 °C.

3. Alkohol

Alkohol disinfektan yang banyak dipakai untuk peralatan medis, contohnya termometer oral. Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropil alcohol dengan konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik. Bisa Juga sebagai bahan pembuat hand sanitizer.

4. Amonium Kuartener

Amonium kuartener merupakan garam ammonium dengan substitusi gugus alkil pada beberapa atau keseluruhan atom H dari ion NH4+nya. Umumnya yang digunakan adalah en:cetyl trimetil ammonium bromide (CTAB) atau lauril dimetil benzyl klorida. Amonium kuartener dapat digunakan untuk mematikan bakteri gram positif, namun kurang efektif terhadap bakteri gram negatif, kecuali bila ditambahkan dengan sekuenstran (pengikat ion logam). Senyawa ini mudah berpenetrasi, sehingga cocok diaplikasikan pada permukaan berpori, sifatnya stabil, tidak korosif, memiliki umur simpan panjang, mudah terdispersi, dan menghilangkan bau tidak sedap. Kelemahan dari senyawa ini adalah aktivitas disinfeksi lambat, mahal, dan menghasilkan residu.

5. Formaldehida

Formaldehida atau dikenal juga sebagai formalin, dengan konsentasi efektif sekitar 8%. Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik pada konsentrasi tinggi, namun tidak korosif terhadap metal, dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan pernapasan. Senyawa ini memiliki daya inaktivasi mikroba dengan spektrum luas. Formaldehida juga dapat terinaktivasi oleh senyawa organik.

6. Kalium Permanganat

Kalium permanganat merupakan zat oksidan kuat, namun tidak tepat untuk disinfeksi air. Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, warna, dan bau pada air. Meskipun begitu, senyawa ini cukup efektif terhadap bakteri Vibrio cholerae.

7. Fenol

Fenol merupakan bahan antibakteri yang cukup kuat dalam konsentrasi 1-2% dalam air, umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin. Fenol dapat diperoleh melalui distilasi produk minyak bumi tertentu. Fenol bersifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan iritasi. Mekanisme kerja senyawa ini adalah dengan penghancuran dinding sel dan presipitasi (pengendapan) protein sel dari mikroorganisme sehingga terjadi koagulasi dan kegagalan fungsi pada mikroorganisme tersebut. 

Materi Selanjutnya Di Sini

Pengertian dan Pemahaman Tentang Pemadam Kebakaran dalam K3


PEMADAM KEBAKARAN

Pemadaman kebakaran/PMK adalah petugas atau dinas yang dilatih dan bertugas untuk menanggulangi kebakaran. Pemadam Kebakaran sebisa mungkin harus selalu ada di tempat-tempat yang rawan akan terjadi kebakaran.

Terdapat 3 Cara Untuk Mengatasi/Memadamkan Kebakaran Yaitu:

  1. Cara penguraian yaitu cara memadamkan dengan memisahkan atau menjauhkanbahan/benda-benda yang mudah terbakar.
  2. Cara pendinginan yaitu cara memadamkan kebakaran dengan menurunkan panas atausuhu. Bahan airlah yang paling dominan digunakan dalam menurunkan panas dengancara menyemprotkan atau menyiramkan air ke titik api.
  3. Cara isolasi/lokalisasi yaitu cara memadamkan kebakaran dengan mengurangikadar/persentase O2 pada benda-benda yang terbakar.

Bahan Pemadam Kebakaran Yang Banyak Dijumpai dan Dipakai Saat Ini Antara Lain:

1. Bahan Pemadam Air

Bahan pemadam air mudah didapat, harga murah, dapat digunakan dalam jumlah yangtak terbatas bahkan tidak perlu beli/gratis. Keuntungan menggunakan bahan air yaitusebagai media pendingin yang baik dan dapat juga menahan/menolak dan mengusirmasuknya oksigen apabila dikabutkan. Sedangkan kelemahannya yaitu air dapatmengantarkan listrik, merusak barang berharga seperti alat elektronik dan juga kurang bagusjika digunakan di kapal karena dapat mengganggu keseimbangannya. Air juga dapat
menambah panas apabila terkena karbit kopramentah, atau bahan-bahan kimia tertentu.Pada saat ini bahan pemadam kebakaran air banyak digunakan dengan sistem/bentuk kabut(fog) karena mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan pancaran air seperti berikut:

  • Mempunyai kemampuan menyerap panas (pendinginan) lebih besar, 1 liter air yangdipancarkan dapat menyerap panas 30 kcal, sedangkan bila dikabutkan 1 liter air dapatmenjadi uap sebanyak 1600 lt dan akan menyerap panas sampai 300 kcal.
  • Penyemprotan nozzle lebih mudah dikendalikan, dengan mengatur nozzle pancarandapat dikendalikan bahkan sistem kabut (fog).
  • Menghasilkan udara segar.
  • Dapat digunakan pada kebakaran minyak (zat cair).

2. Bahan Pemadam Busa (foam)

Bahan pemadam busa efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B (minyak, solar, dan cairnya), untuk memadamkan kebakaran benda padat (Kelas A) kurang baik. Seperti diketahui bahwa pemadam kebakaran dengan bahan busa adalah dengan cara isolasi yaitu mencegah masuknya udara dalam proses kebakaran (api), dengan menutup/menyelimuti permukaan benda yang terbakar sehingga api tidak mengalir.

Menurut proses pembuatannya terdapat dua jenis busa seperti berikut.

  1. Busa kimia (Chemis).
  2. Busa mekanis. Busa kurang sesuai untuk disemprotkan pada permukaan cairan yang mudah bercampur dengan air (alkohol, spirtus) karena busa mudah larut dalam air.

3. Bahan Pemadam Gas CO2

Bahan pemadam kebakaran CO2 atau karbon dioksida berupa gas dan dapat digunakan untuk memadamkan segala jenis kebakaran terutama kelas C. Dengan menghembuskan gas CO2 akan dapat mengusir dan mengurangi persentase oksigen (O2) yang ada di udara sampai 12 % – 15 %-. Gas CO2 ini lebih berat dari pada udara dan seperti gas-gas lain tidak menghantar listrik, tidak berbau dan tidak meninggalkan bekas/bersih.

4. Bahan Pemadam Powder Kering (Dry chemical)

Dry chemical dapat digunakan untuk semua jenis kebakaran, tidak berbahaya bagi manusia/binatang karena tidak beracun. Bahan dry chemical disebut sebagai bahan pemadam kebakaran yang berfungsi ganda (multi purpose extinguisher).

  • Tidak menghantar listrik, powder berfungsi mengikat oksigen (isolasi) dan juga dapatmengikat gas-gas lain yang membahayakan.
  • Dapat menurunkan suhu, mudah dibersihkan, dan tidak merusak alat-alat.

Cara penggunaannya dry chemical hampir sama dengan gas CO2 sebagai berikut.

  • Pertama harus diperhatikan adanya/arah angin, jika angin bertiup terlalu kuat maka penggunaan dry chemical ini tidak efisien.
  • Arahkan pancaran pemotong nyala api dan usahakan dapat terbentuk semacamawan/asap untuk menutup nyala api tersebut.

5. Bahan Pemadam Gas Halogen (BCF)

Alat Pemadam Api Ringan jenis Halon 1211 (BCF/ Carbon, Flourine, Chlorine, Bromide). Halon 1211 (BCF) biasanya dipasang di dinding-dinding kantor dalam bentuk Alat PemadamApi Ringan (APAR) dan efektif digunakan pada ruangan, karena dalam pemadaman kebakaran bersifat mengisolir oksigen, di samping itu gas halon sangat baik karena tidak bersifat merusak dan bersih. 

KLASIFIKASI PENYEBAB KEBAKARAN

Ketika kebakaran terjadi kuasailah pada saat api tersebut masih kecil, semakin besar api semakin sulit memadamkannya. Tindakan yang cepat diperlukan agar pemadaman api dapat efektif dilakukan. Pengetahuan mengenai jenis alat pemadam api yang sesuai dengan material yang terbakar sangat diperlukan. Ketahuilah tempat pemadam api, perlengkapan pemadam api seperti selang air, selimut api, mencuci muka/mandi di dalam daerah bekerja di mana anda bekerja, jangan pindahkan alat pencegahan/pemadam kebakaran dari daerah yang ditentukan tanpa persetujuan dari bagian Safety Personil kecuali untuk penanggulangan terhadap bahaya kebakaran. Jangan meletakkan benda yang menghalangi alat pemadam kebakaran. Pemadam api harus selalu tersedia jika diperlukan untuk pekerjaan panas. Laporkan segera ke petugas safety jika terdapat kerusakan pada alat pemadam api.

PENYEBAB KEBAKARAN

Kebakaran Dapat Terjadi Bila Terdapat 3 Hal, Yaitu:

  1. Terdapat bahan yang mudah terbakar baik berupa bahan padat cair atau gas (kayu, kertas, tekstil, bensin, minyak, acetelin, dan lain-lain).
  2. Terdapat suhu yang tinggi yang disebabkan oleh sumber panas seperti sinar matahari, listrik (kortsluiting, panas energi mekanik (gesekan), reaksi kimia, kompresi udara.
  3. Terdapat Oksigen (O2) yang cukup kandungannya. Makin besar kandungan oksigen dalam udara maka nyala api akan semakin besar. Pada kandungan oksigen kurang dari 12% tidak akan terjadi kebakaran. Dalam keadaan normal kandungan oksigen di udara 21%, cukup efektif untuk terjadinya kebakaran.

Bila tiga unsur tersebut cukup tersedia maka kebakaran terjadi. Apabila salah satu dari 3 unsur tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup maka tidak mungkin terjadi kebakaran. 

Jadi, Api Dapat Dipadamkan Dengan Tiga Cara Yaitu:

  1. Dengan menurunkan suhunya di bawah suhu kebakaran,
  2. Menghilangkan zat asam,
  3. Menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar.

PENGELOMPOKAN KEBAKARAN

Pengelompokan kebakaran menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 04/MEN/1980 Bab I Pasal 2, ayat 1 mengklasifikasikan kebakaran menjadi 4 yaitu kategori A, B, C, D, sedangkan National Fire Protection Association (NFPA) menetapkan 5 kategori jenis penyebab kebakaran yaitu kelas A, B, C, D, dan K. Bahkan beberapa negara menetapkan tambahan klasifikasi dengan kelas E. 

Klasifikasi Kebakaran

1. Kebakaran Kelas A
Kebakaran kelas A adalah kebakaran yang menyangkut benda-benda padat kecuali logam. Contoh: Kebakaran kayu, kertas, kain, plastik, dan sebagainya. Alat/media pemadam yang tepat untuk memadamkan kebakaran kelas ini adalah dengan: pasir, tanah/lumpur, tepung pemadam, foam (busa), dan air.
2. Kebakaran Kelas B
Kebakaran kelas B adalah kebakaran bahan bakar cair atau gas yang mudah terbakar. Contoh: kerosine, solar, premium (bensin), LPG/LNG, minyak goreng. Alat pemadam yang dapat dipergunakan pada kebakaran tersebut adalah tepung pemadam (dry powder), busa (foam), air dalam bentuk spray/kabut yang halus.
3. Kebakaran Kelas C
Kebakaran kelas C adalah kebakaran instalasi listrik bertegangan. Seperti breaker listrik dan alat rumah tangga lainnya yang menggunakan listrik. Alat Pemadam yang dipergunakan adalah: Carbondioxyda (CO2), tepung kering (drychemical). Dalam pemadaman ini dilarang menggunakan media air.
4. Kebakaran Kelas D
Kebakaran kelas D adalah kebakaran pada benda-benda logam padat seperti: magnesium, alumunium, natrium, kalium, dan sebagainy. Alat pemadam yang dipergunakan adalah: pasir halus dan kering, dry powder khusus.
5. Kebakaran Kelas K
Kebakaran kelas K adalah kebakaran yang disebabkan oleh bahan akibat konsentrasi lemak yang tinggi. Kebakaran jenis ini banyak terjadi di dapur. Api yang timbul di dapur dapat dikategorikan pada api Kelas B.
6. Kebakaran kelas E
Kebakaran kelas E adalah kebakaran yang disebabkan oleh adanya hubungan arus pendek pada peralatan elektronik. Alat pemadam yang bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran jenis ini dapat juga menggunakan tepung kimia kering (dry powder), akan tetapi memiliki risiko kerusakan peralatan elektronik, karena dry powder mempunyai sifat lengket. Lebih cocok menggunakan pemadam api berbahan clean agent. 

Pencegahan Kebakaran

Penting untuk mengetahui pengelompokan kebakaran ini agar kita dapat menentukan alat pemadam api apa yang digunakan. Bila pemadam api yang kita gunakan salah maka upaya pemadaman api akan mengalami kegagalan. Contoh: Kebakaran kelas C (listrik) jangan dipadamkan dengan alat pemadam jenis cair seperti air/busa maka si pemadam itu sendiri akan terkena aliran listrik, karena air/busa adalah penghantar listrik yang baik. 

Berikut Ini Adalah Cara Pencegahan Kebakaran Yaitu:

Pengendalian bahan yang dapat terbakar
Untuk mengendalikan bahan yang dapat terbakar agar tidak bertemu dengan dua unsur yang lain dilakukan melalui identifikasi bahan bakar tersebut. Bahan bakar yang memiliki titik nyala rendah dan rendah sekali harus diwaspadai karena berpotensi besar penyebab kebakaran. Bahan seperti ini memerlukan pengelolaan yang memadai seperti penyimpanan dalam tabung tertutup, terpisah dari bahan lain, diberi sekat dari bahan tahan api, ruang penyimpanan terbuka atau dengan ventilasi yang cukup serta dipasang detektor kebocoran. Selain itu, kewaspadaan diperlukan bagi bahan-bahan yang berada pada suhu tinggi, bahan yang bersifat mengoksidasi, bahan yang jika bertemu dengan air menghasilkan gas yang mudah terbakar (karbit), bahan yang relatif mudah terbakar seperti batu bara, kayu kering, kertas, plastik, cat, kapuk, kain, karet, jerami, sampah kering, serta bahan-bahan yang
mudah meledak pada bentuk serbuk atau debu. 

Pengendalian Titik Nyala
Sumber titik nyala yang paling banyak adalah api terbuka seperti nyala api kompor, pemanas, lampu minyak, api rokok, api pembakaran sampah, dan sebagainya. Api terbuka tersebut bila memang diperlukan harus dijauhkan dari bahan yang mudah terbakar. Sumber penyalaan yang lain seperti benda membara, bunga api, petir, reaksi eksoterm, timbulnya bara api juga terjadi karena gesekan benda dalam waktu relatif lama, atau terjadi hubungan singkat rangkaian listrik. 

Berikut Ini Adalah Beberapa Cara Pengendalian Titik Nyala Api:

  • Jangan menggunakan steker berlebihan.
  • Sambungan kabel harus sempurna.
  • Jangan mengisi minyak pada waktu kompor menyala.
  • Sumbu kompor jangan ada yang kosong.
  • Jangan meninggalkan kompor yang menyala.
  • Hati-hati menaruh lilin dan obat nyamuk. 

 Sumber: 

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 04/MEN/1980

Kamis, 14 Oktober 2021

Pengertian Inferensi Sosial dalam Psikologi Komunikasi

Inferensi Sosial

Inferensi sosial berarti usaha untuk mengerti apa yang kita pelajari tentang orang atau orang-orang lain. Kita mendengar nama-nama atau gambaran tentang seseorang sebelum kita berjumpa dengan mereka langsung. Dengan kata lain inferensi sosial berarti apa yang kita pelajari tentang orang atau orang-orang lain.Prosesnya dimulai dari mengumpulkan data sosial, 

Cara Mengumpulkan Data Sosial,yaitu:

  1. Informasi sosial
  2. Penampilan fisik
  3. Petunjuk nonverbal
  4. Tindakan-tindakan orang lain
Semua itu membentuk data sosial yang terintegrasi dan terkumpul untuk membentuk kesan mengenai orang lain.
 

1. Informasi sosial

Menurut pandangan Psikologi Kognitif, manusia adalah makhluk pengolah informasi (information processors). Informasi itu dibutuhkan sebagai suatu cara manusia bertahan hidup sebagai makhluk sosial. Manusia akan berusaha untuk mencari informasi terbaru tentang orang yang ada di sekitarnya. 

Informasi sosial ini ada beberapa bentuk, yaitu:


a. Trait (sifat, pembawaan)

Sifat yang dimiliki seseorang cenderung stabil dan mengacu pada pribadinya. Sifat ini dapat menjelaskan cara dan bagaimana seseorang berperilaku dalam situasi tertentu. Trait ini merupakan suatu generalisasi tentang sikap seseorang. Mengenai nilai kebenaran yang ada didalamnya tentu tidak mutlak sepenuhnya. Bisa saja orang berperilaku berbeda saat menghadapi situasi dan keadaan yang berbeda pula.

b. Nama

Setiap manusia memiliki nama yang membedakan dirinya dengan orang lain. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa nama yang memiliki daya tarik dan lebih mudah diingat daripada yang lain.Tentunya hal ini sifatnya relat if dan tergantung dari budaya dan kebiasaan tertentu. Sebuah studi menunjukkan bahwa nama memiliki asosiasi dengan sejumlah kualitas seperti kecerdasan, daya tarik, kekuatan, dan feminitas.

c. Stereotype

Stereotype merupakan suatu generalisasi tentang kelompok tertentu yang dianggap sebagai suatu kebenaran. Stereotype memiliki dua efek, yaitu:
(1) Simplikasi dan Social Judgement
mempermudah kita dalam berfikir tentang kelompok tertentu dan melakukan penilaian sosial secara cepat. Contohnya: anak perempuan bisa menjahit.
(2) Oversimplikasi dan Prejudice
Membuat generalisasi secara negatif berdasarkan pengetahuan yang terbatas dan melakukan penilaian yang tidak benar atau prasangka Contohnya: Anak muda tidak berbudaya.

2. Penampilan Fisik

Tidak bisa dihindari penampilan fisik merupakan hal yang pertama kali diperhat ikan saat kita bertemu dan bertatap muka dengan seseorang. Dari penampilan fisik seseorang kita bisa memperoleh data-data sosial yang penting tentang dirinya.

3. Petunjuk Nonverbal

Ada beberapa petunjuk nonverbal yang menjadi sumber inferensi sosial, yaitu:
a) Ekspresi wajah
Petunjuk wajah merupakan sumber persepsi yang dapat diandalkan. Ekspresi wajah menampilkan suasana hati dan emosi seseorang yang tentunya amat berpengaruh saat interaksi.
b) Kontak mata
Kontak mata menunjukkan seberapa intim kita dengan lawan bicara. Saat berinteraksi dengan orang yang tidak kita kenal biasanya kita akan menghindari kontak mata yang terlalu sering dengan mereka. Bentuk dan cara seseorang menggunakan mata bisa menunjukkan ekspresi dan perhatian tertentu.
c) Gesture
Gerakan tubuh (gesture) dianggap pent ing dalam proses komunikasi karena gerakan tubuh sangat susah dikontrol secara sadar oleh orang.
d) Suara
Suara yang dikeluarkan bisa memberikan pengaruh yang besar dalam menunjukkan emosi dan perasaan. Cara kita menggunakan bahasa yang tertulis maupun yang terucap disebut dengan paralanguage. Dari suara, paralanguage bisa terlihat dari tinggi rendah suara (volume), logat, intonasi, kualitas suara, dan kecepatan berbicara.

4. Tindakan

Dalam membentuk persepsi interpersonal, manusia sering kali memfokuskan atau memberi perhatian pada bagaimana cara seseorang bertindak terhadap orang lain. Ia akan mencoba mengerti dan memahami alasan atau penyebab mengapa orang lain melakukan suatu tindakan. Proses seseorang mencari alasan atau penyebab tindakan disebut sebagai atribusi.

Pembentukan Kesan

Bagaimana orang mengkombinasikan informasi untuk membuat inferensi sosial dan penilaian?

Para peneliti mengidentifikasi tiga jenis proses yang terjadi ketika menerapkan persepsi interpersonal, yaitu:

1. Pembentukan Konsep Sosial

Konsep sosial adalah kategori-kategori atau kelompok kualias yang membantu kita berfikir tentang manusia di sekitar kita. Konsep sosial itu dapat berupa kelompok usia, ras, gender, dan hubungan keluarga yang nantinya membedakan kita antara teman dan musuh, laki-laki dan perempuan dan perbedaan lainnya yang menentukan bagaimana kita akan berperilaku dan menilai orang lain.
Konsep sosial terbentuk melalui hal-hal berikut, yaitu:
  • Pengalaman
  • Belajar
  • Bahasa
 

2. Pengorganisasian Kesan

Pembentukan kesan yang lain berfokus pada kuantitas dan keberagaman informasi sosial yang harus dipahami secara keseluruhan. Manusia makhluk pengolah informasi dan mengorganisasikan kesan berdasarkan proses tertentu sehingga saat kesan itu dibentuk, ada suatu proses kognitif dalam setiap individu. Peneliti mengidentifikasi adanya beberapa strategi mengorganisasian kesan, yaitu:

a) Centrality

Segala karakter (trait) dapat dibedakan dalam dua dimensi, yaitu berdasarkan nilai karakternya (baik atau buruk) dan orientasi atau hakikat karakternya (sosial atau intelektual). Misalnya
jenis kecerdasan lainnya. Jadi karakter sentral adalah salah satu yang memberikan konteks tambahan untuk pembentukan kesan.

b) Primacy versus Recency

Urutan informasi yang diterima seseorang dapat mempengaruhi kesan yang terbentuk. Sebagian besar penelitian pada persepsi seseorang dan komunikasi persuasif menyebutkan bahwa kesan pertama meninggalkan kesan yang amat penting. Memberikan nilai lebih pada informasi pertama yang diterima merupakan suatu Primary Effect. Primary Effect secara sederhana menunjukkan bahwa kesan pertama amat menentukan. Namun, pada beberapa situasi, informasi terakhir bisa memberikan pengaruh yang tertunda dalam pembentukan kesan. Informasi terakhir yang memberikan pengaruh pada kesan disebut Recency Effect.

c) Salience

Salience merupakan hal-hal yang paling dapat dilihat atau diketahui (noticeability), terutama dalam konteks tertentu. Kondisi yang membentuk rangsangan sosial ini diantaranya adalah kejelasan (brightness), keras tidak nya suara (noisiness), gerakan (motion) dan kebaruan (novelty).

3. Pengolahan Informasi Sosial

Informasi sosial yang diperoleh seseorang memberika n dasar bagi orang tersebut untuk bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sosialnya. Terdapat dua proses spesifik yang dilakukan orang saat bergerak dari kesan yang diperolehnya menuju ke tindakan yang dilakukannya, yakni Impression Integration dan Social Judgement.

a) Impression Integration

Ada beberapa strategi dalam mengintegrasikan informasi sosial menjadi kesan, yaitu:
1) Evaluasi
Keputusan yang paling pent ing yang kita buat tentang orang lain adalah apakah kita menyukai atau tidak menyukainya. Menilai kebaikan atau keburukan seseorang berarti merupakan suatu evaluasi yang kita berikan pada orang lain.
2) Averaging
Setiap kesan terhadap seseorang akan bercampur, ada yang kita benci, ada yang kita ragukan, atau satu sama lain saling mengisi. Disini kesan tidak hanya dievaluasi
namun juga diberi bobot (mana yang lebih penting). Kemudian pemberian bobot ini dikombinasikan untuk kemudian kesan dirata-rata.
3) Consistency
Konsistensi berarti satu kesan yang kita miliki tentang seseorang, menentukan kesan lain yang kita peroleh tentang orang itu. Misalnya, apabila informasi awal yang kita
peroleh tentang seseorang kita nilai positif atau baik maka kesan berikutnya tentang orang tersebut juga akan dinilai dengan baik secara konsisten, Halo Effecti adalah
salah satu contoh kecenderungan prinsip konsistensi dalam pembentukan kesan.
4) Positivity
Manusia cenderung untuk melihat orang lain dalam hal yang positif. Bias positif ini merupakan perpanjangan dari keinginan manusia untuk memperoleh pengalaman yang selalu baik

b) Social Judgement

Ada dua penerapan dari penilaian sosial yaitu:
(1) Personality
Seberapa baguskah seseorang menilai kepribadian orang lain? Pertanyaan ini tidak mudah untuk dijawab karena sampai saat ini memang belum ada satu ukuran yang jelas untuk mengukur kepribadian. Model hubungan sosial terhadap persepsi kepribadian seseorang mengatakan bahwa penilaian yang kita lakukan terhadap orang lain akan ditentukan oleh tiga hal, yaitu: Anda, orang yang anda nilai dan hubungan yang terjalin antara anda berdua. Dengan demikian tidak ada penilaian yang objektif terhadap kepribadian.
(2) Deception
Apakah kita langsung menerima dan mempercayai begitu saja informasi yang kita peroleh dari dan tentang seseorang? Dalam beberapa penelit ian disebutkan bahwa seorang pengamat yang baik bisa membedakan mana informasi yang t idak benar dan mana yang benar dari seseorang dengan memperhat ikan tanda-tanda dari gesture daripada ekspresi.

Selasa, 12 Oktober 2021

Pengertian Persepsi Dalam Psikologi Komunikasi

persepsi
PERSEPSI

Persepsi adalah suatu proses yang ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.Persepsi itu agar memberikan makna bagi lingkungan mereka. Persepsi itu penting dalam studi perilaku organisasi karena perilaku orang yang didasarkan pada persepsi mereka mengenai apa itu realitas dan bukan mengenai realitas itu sendiri.

Individu itu memprediksikan suatu benda yang sama berbeda-berbeda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Faktor yang ada pada pelaku persepsi (Perceiver) yang termasuk faktor pertama adalah sikap, keutuhan atau motif, kepent ingan atau minat pengalaman dan pengharapan individu.
  • Faktor yang ada pada objek atau target yang dipersepsikan yang meliputi hal-hal baru, gerakan, bunyi, ukuran latar belakang dan kedekatan.
  • Faktor konteks situasi di mana persepsi itu dilakukan yang meliputi waktu, keadaan/tempat kerja, dan keadaan sosial.

Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatu pencatatan yang benar terhadap situasi. Pada hakikatnya persepsi juga dikatakan hampir sama dengan pengindraan di bawah ini perbedaan antara persepsi dan pengindraan.

Cara kebiasaan yang bisa dipergunakan untuk mengenal pengindraan itu  antara lain dengan dua aspek berikut ini, yaitu

  • Aspek penginderaan yang mempunyai kesamaan antar satu orang dengan lainnya disebut kenyataan.
  • Penginderaan tersusun dalam cara unik bagi kita.  

Sub-Proses Persepsi

Ada beberapa subproses dalam persepsi ini, dan yang dapat dipergunakan sebagai bukti bahwa sifat persepsi itu merupakan hal yang komplek dan interaktif.

Ada Tiga Sub-Proses yang Dialami oleh Manusia yaitu:

  1. Subproses pertama yang dianggap penting ialah Stimulus, atau situasi yang hadir. Mula terjadinya persepsi diawali ketika seseorang dihadapkan dengan suatu situasi atau stimulasi. Situasi yang dihadapi itu mungkin bisa berupa stimulasi penginderaan dekat dan langsung atau berupa bentuk lingkungan sosiokultur dan fisik yang menyeluruh.
  2. Subproses selanjutnya adalah Registrasi. Dalam masa registrasi suatu gejala yang nampak ialah mekanisme fisik yang berupa penginderaan dan syaraf sesorang mempengaruhi persepsi. Dalam hal ini seseorang subproses berikut yang bekerja ialah interprestasi. 
  3. Selanjutnya adalah Interprestasi yang merupakan suatu aspek kognitif dari persepsi yang amat penting. Proses interpretasi ini tergantung pada cara pendalaman (Learning), motivasi, dan kepribadian seseorang. Pendalaman, motivasi dan kepribadian seseorang akan berbeda dengan orang lain. Oleh karena itu, interpretasi terhadap suatu informasi yang sama, akan berbeda antara satu orang dengan orang lain. Oleh karena itu, interpretasi terhadap suatu informasi yang sama, akan berbeda antara satu dengan orang lain. Di sinilah letak sumber perbedaan pertama dari persepsi, dan itulah sebabnya mengapa interpretasi merupakan subproses yang penting.
  4. Subproses terakhir adalah Umpan Balik (Feedback). Subproses ini dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Sebagai contoh, seseorang karyawan yang melaporkan hasil kerjanya kepada atasan-atasannya, kemudian mendapat umpan balik dengan melihat raut muka atasannya.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Persepsi Seseorang Antara Lain:

 

Psikologi

Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu yang terjadi di alam dunia ini sangat sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologi. Psikologi juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sifat -sifat kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi perilaku dan kepribadiannya, dengan pandangan
bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.

Family / Keluarga

Pengaruh yang besar terhadap anak-anak adalah familinya, orang tua yang telah mengembangkan sesuatu cara yang khusus di dalam memahami dan melihat kenyataan di dunia ini, banyak sikap dan persepsi dan persepsi- persepsi mereka yang diturunkan kepada anak-anaknya.

Kebudayaan

Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu faktor yang kuat di dalam mempengaruhi sikap dan cara seseorang memandang dan memahami keadaan di dunia ini.

Motivasi

Teori mendasar Maslow adalah bahwa keputusan itu tersusun dalam suatu hieraki kebutuhan. Tingkat kebutuhan yang paling rendah yang harus dipenuhi adalah kebutuhan fisiologis dan tingkat kebutuhan tertinggi adalah kebutuhan realisasi diri.

Materi Selanjutnya Di Sini

Minggu, 10 Oktober 2021

Psikologi Komunikasi: Diri (Self) dan Konsep Diri (Self Concept)

Diri

Diri (Self) adalah segala sesuatu yang dapat dikatakan orang tentang dirinya sendiri; bukan hanya tentang tubuh dan keadaan psikisnya sendiri saja, melainkan juga tentang anak istrinya, rumahnya, pekerjaannya, nenek moyangnya, teman-temannya, miliknya, uangnya. Diri adalah semua ciri, jenis kelamin, pengalaman, sifat-sifat, latar belakang budaya, pendidikan, yang melekat pada seseorang.

Diri digambarkan sebagai sebuah proses mengetahui dan berfikir, dengan sebuah subjek (The I, diri yang sadar dan aktif) dan sebuah objek (the Me, diri yang disadari atau diri yang menjadi objek renungan kita).

Ada Tiga Aspek Me, yaitu:

  1. Aspek material (Material Self) tubuh dan barang milik
  2. Diri sosial (Social Self) kesadaran tentang bagaimana seseorang dilihat oleh orang lain;
  3. Diri Spiritual (Spiritual Self) kepribadian dan aspirasi psikologis seseorang.
Untuk memahami pengertian  Self (diri), kita dapat menjadikan beberapa pengertian umum berikut. Secara umum pengertian diri dapat dilihat sebagai berikut:
  • Pertama, diri sebagai agen internal atau daya bat in manusia yang mengontrol danmengarahkan fungsi-fungsi mot if, kebutuhan, dll. Diri merupakan sebuah entitashipotetis, sebuah aspek yang diasumsikan menjadi bagian dari psike/jiwa dengan suatuperan tertentu yang harus diemban.
  • Kedua, diri sebagai saksi bat in/internal terhadap kejadian, peristiwa atau suatu hal. Diridilihat dari komponen psike yang mengemban fungsi introspeksi.
  • Ketiga, diri sebagai totalitas pengalaman dan ekspresi pribadi. Di t it ik ini istilah dir idigunakan secara inklusif dan relatif netral, dan istilah lain seperti ego, pribadi, individudan organisme diterima sebagai sinonimnya.
  • Keempat, diri sebagai sebuah sintesis, diri sebagai sebuah keseluruhan yang terorganisir,hampir mirip dengan makna ketiga, tet api dengan konotasi tambahan kalau seseoranglebih berkonsentrasi kepada aspek-aspek yang terintegrasikan di dalamnya.
  • Kelima, diri sebagai konsepsi sadar, atau lebih disebut sebagai identitas.Selain dari beberapa pengertian di atas, diri dapat dipahami sebagai keyakinan yang kitapegang tentang kita sendiri sebagai pribadi yang otonom. Keyakinan itu dapat kita perolehdari kesadaran pribadi sebagai hasil suatu refleksi, dari suatu relasi interpersonal, di mana diriterbentuk dan dikenal karena suatu interaksi dan relasi dengan orang lain, juga dari carabagaimana kita membuat keputusan dan menggunakan control.

Konsep Diri

Konsep diri (Self Concept) adalah pikiran dan keyakinan seseorang mengenai dirinya sendiri. Deskripsi tentang konsep diri bisa juga dibuat secara detail, meliput banyak aspek, sepert sebuah resume seseorang. William D. Brooks mendefinisikan konsep diri yang bersifat fisik, sosial, dan psikologis, mengenai diri kita, yang didapat dari pengalaman. 

Jadi, konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri kita. 

Persepsi tentang diri ini dapat bersifat psikologis, sosial dan fisik.

Konsep diri dapat bersumber dari self esteem (harga diri) dan social evaluation (penilaian sosial).

Sumber-Sumber Konsep Diri

1. Harga Diri (Self Esteem)

Harga diri (Self Esteem) adalah penilaian, baik posit if atau negatif, individu terhadap diri sendiri. Tingginya self esteem merujuk pada tingginya estimasi individu atas nilai, kemampuan dan kepercayaan yang dimilikinya. Sedangkan self esteem yang rendah melibatkan penilaian buruk akan pengalaman masa lalu dan pengharapan yang rendah bagi pencapaian masa depan. Orang dengan self esteem tinggi memiliki sikap positif terhadap dirinya. Mereka merasa puas dan menghargai diri sendiri, yakin bahwa mereka mempunyai sejumlah kualitas baik, dan hal-hal yang patut dibanggakan. Self esteem mempengaruhi perilaku komunikasi seseorang. Orang dengan self esteem tinggi akan lentur dalam menanggapi situasi yang dihadapi meskipun itu situasi yang sulit karena mereka mampu menerima diri sendiri apa adanya, daripada orang dengan self esteem rendah.

2. Penilaian Sosial (Social Evaluation)

Penilaian sosial adalah kebanyakan informasi mengenai diri sendiri t idak didapat dari perenungan atau refleksi diri, melainkan dari orang lain. Keyakinan anda tentang pendapat orang lain terhadap anda akan mempengaruhi per ilaku dan keinginan anda untuk berubah atau tidak.


Proses evaluasi sosial ini termasuk didalamnya reflected appraisal (pantulan penilaian) atau direct feedback (umpan balik langsung).

a. Reflected Appraisal

Pendapat kita tentang diri sendiri adalah cermin (refleksi atau pantulan) dari penilaian nyata orang lain terhadap kita. Dengan menyimpulkan pendapat orang lain tentang diri kita dan kemudian menggunakan pendapat tersebut sebagai pendapat sendiri, maka kita memantulkan penilaian orang lain tersebut. Pantulan penilaian yang kita lakukan tersebut kemudian masuk ke dalam self concept.

b. Direct Feedback

Ketika orang lain seperti orang tua dan teman-teman dekat kita menyatakan penilaiannya kepada kita, maka kita menerima feedback tentang kualitas dan kemampuan kita.Umpan balik langsung (Direct Feedback) ini lebih jarang terjadi dibandingkan reflected appraisals, tetapi merupakan sumber penting bagi konsep diri seseorang.

Teori-teori Konsep Diri

1. Social Comparison (Pembandingan Sosial)

Ahli psikologi sosial Leon Festinger memperkenalkan Social Comparison Theory yang membantu menjelaskan berbagai macam fenomena termasuk keyakinan sosial, perubahan sikap, dan komunikasi kelompok.
Social Comparison Theory dibangun atas empat prinsip dasar, yakni:

  1. Setiap orang memiliki keyakinan tertentu
  2. Pent ingnya bagi keyakinan kita untuk menjadi benar
  3. Beberapa keyakinan lebih sulit untuk dibuktikan dibanding yang lainnya.
  4. Ketika anggota dari kelompok rujukan (reference group) saling tidak setuju tentang suatu hal, mereka akan berkomunikasi hingga konflik tersebut terselesaikan.

2. Downward Comparisons (Perbandingan Ke Bawah): 

Membandingkan diri dengan orang yang kita pikir lebih rendah. Biasanya kita membuat perbandingan social dengan orang lain yang sama atau seharusnya sama dengan kita. Pada suatu hal, kita mungkin membandingkan diri dengan orang yang kita pikir lebih rendah (inferior).

3. Consequences Of Social Comparison (konsekuensi dari perbandingan sosial):

Membandingkan diri kita dengan hal yang relevan, orang-orang dengan latar belakang atau tujuan yang sama memberi dampak pada cara kita mengevaluasi diri sendiri. Pada beberapa kasus, Social Comparison merupakan proses yang terjadi otomatis, dan biasanya terbatas pada hal lain yang relevan. Jika anda ingin tahu seberapa baik anda pada mata kuliah komunikasi, anda akan membandingkan diri dengan mahasiswa lain yang mengikuti mata kuliah yang sama, bukan dengan mahasiswa peserta mata kuliah sejarah. Membandingkan diri kita dengan hal lain yang relevan, orang-orang dengan latar belakang atau tujuan yang sama memberi dampak pada cara kita mengevaluasi diri sendiri.

Prinsip kunci dari Konsep Diri adalah poin ketiga, keyakinan subjektif, yang tidak bisa dibuktikan secara objekt if, hanya dapat dibukt ikan ketika kita berunding dengan pendapat orang lain. Proses evaluasi keyakinan diri dalam hubungannya dengan orang lain adalah Pembandingan Sosial (Social Comparison).

2. Persepsi Diri (Self Perception)

Penelitian mengatakan bahwa kita tidak lebih ahli tentang maksud dari t indakan kita dibanding kita terhadap orang lain. Menurut Daryl Benn, ketika kita menilai pendapat sendiri maka kita akan mengambil perilaku kita sebagai petunjuk daripada menganalisis diri kita secara mendalam. Proses persepsi diri melibatkan pembelajaran tentang diri sendiri dan menempatkan diri pada hal yang sama ketika kita mencoba memahami orang lain. Menurut teori ini terdapat dua macam cara bagaimana menempatkan diri pada hal yang sama ketika kita mencoba memahami orang lain, yaitu:

a) Self Atribution (Atribusi Diri)

Menurut teori ini, kita merundingkan kehadiran kita dan perilaku yang diingat, dan mencoba mendapatkan penjelasan mengenai polanya. Penelit ian pada ekspresi emosi menguatkan penjelasan self atribution. Dengan memalsukan emosi seperti tampak bahagia padahal tidak atau tampak marah padahal tidak. Seseorang bisa membuatnya tampak nyata, suatu keadaan bahagia atau marah yang benar-benar bisa dirasakan. Teori ini menjelaskan bahwa ketika kita tersenyum, maka kita (diri pribadi) dan orang lain yang melihatnya menyangka tadi kita merasa senang.

b) Overjustification (Pembenaran yang berlebihan)

Proses self perception bekerja dengan menyimpulkan maksud dan tujuan kita. Contohnya: kita tahu bahwa seseorang dibayar mahal untuk suatu pekerjaan yang sulit. Ini mendorong kita untuk berkesimpulan bahwa uang sebagai tujuan ekstrinsik adalah motivasi utamanya. Sebaliknya, apabila seseorang bekerja keras melakukan sesuatu tanpa bayaran, kita menyimpulkan orang tersebut pasti sangat menikmati pekerjaannya karena itu dia mempunyai mot ivasi intrinsik. Menurut teori ini, anda mungkin merasa Overjustified (mendapat pembenaran yang berlebih) atas perilaku tersebut, dan hanya sedikit menikmat i pekerjaan (motivasi intrinsiknya sedikit).

Hubungan antara Konsep Diri dan Komunikasi

Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Apabila seorang mahasiswa menganggap dirinya seorang yang rajin maka ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur, duduk di kursi paling depan di ruang kuliah, membuat catatan yang baik dan mempelajari materi kuliah dengan sungguh-sungguh sehingga akhirnya mendapatkan nilai yang bagus.  Ada dua kualitas konsep diri yaitu konsep diri positif dan negatif. kualitas konsep diri mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal seseorang.

Oleh karena itu, konsep diri berpengaruh terhadap perilaku maka jelas konsep diri juga berhubungan erat dengan komunikasi. Ada dua kualitas konsep diri, yaitu positif dan negatif. Kualitas konsep diri ini mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal seseorang.

Materi selanjutnya di sini

Sabtu, 09 Oktober 2021

Sejarah dan Evolusi Laptop atau Komputer Portabel dari Masa ke Masa

ibm


IBM 5100 

Komputer portabel pertama adalah IBM 5100 yang dihidupkan dan dipasang ke monitor eksternal. Meskipun beratnya 55 pon, itu jauh lebih ringan dan portabel daripada komputer sebelumnya Pencatat Xerox sedikit lebih portabel dan keyboardnya dilipat untuk memperlihatkan layarnya yang digunakan.

Kemunculan Laptop Pertama (1981) 



Osborne

Apa yang termasuk teknologi yang sangat canggih saat itu? 256 kilobyte RAM dan CPU Intel 5 megahertz Diluncurkan pada April 1981. Osborne diakui sebagai komputer pertama Ini adalah komputer portabel pertama yang sukses secara komersial seharga delapan ratus dolar dengan berat 25 pon dan pengiriman dengan bundel besar perangkat lunak. I tahun yang sama, Epson merilis komputer portabel bertenaga baterai kecil yang menukar ukuran layar untuk kenyamanan. Itu dipuji oleh majalah Businessweek sebagai revolusi keempat dalam komputasi pribadi Dan menciptakan beberapa masalah. Kecuali itu komputer notebook HX 20 melakukan apa yang dilakukan kebanyakan komputer tanpa power. Dengan layar dan printer built-in Anda dapat melakukan komputasi nyata dan pengolah kata di mana saja Kompas grid adalah komputer portabel pertama yang menyerupai laptop kami saat ini Karena harga tinggi dan aplikasi khusus. 

Baca Juga: Node Vs. Ruby Vs. Python Mana yang Terbaik untuk Pengembangan Aplikasi Iot? 

Semua komputer tersebut sebagian besar digunakan oleh pemerintah AS NASA  di pesawat ulang-alik selama awal 1980-an karena kuat dan ringan. Pasukan Khusus menggunakannya untuk  penggunaan memori solid-state trs-80 yang melalui RadioShack yang juga populer di kalangan jurnalis. Mereka dapat mengetik sekitar 11 halaman teks dan kemudian mengirimkannya untuk diedit menggunakan modem internal Radio Shack model revolusioner 100 komputer Ini adalah direktori telepon pengolah kata dan dialer bahkan berkomunikasi dengan komputer kantor. 

Commodore SX 64

commodore xt 64
commodore sx 64

Pada tahun 1984 Commodore SX 64 adalah komputer portabel pertama yang menampilkan layar tampilan penuh warna. Beratnya sekitar 20 pon dan dijual seharga sembilan ratus sembilan puluh lima dolar  dengan 64 kilobyte RAM dan CPU satu megahertz. Itu tidak terjual dengan baik tetapi menjadi populer di kalangan pengguna kelompok dan pengembang perangkat lunak Mereka dapat dengan cepat mengemas dan membongkar mesin yang digunakan untuk menyalin perangkat lunak atau memberikan demonstrasi IBM PC convertible adalah laptop pertama yang menggunakan format floppy disk tiga setengah inci Yang kemudian menjadi standar industri? Seperti laptop modern, ia menampilkan manajemen daya dan kemampuan untuk menjalankan dari baterai.

Si "Vintage" SLT 286

compaq
compaq slt 286

SLT 286 adalah laptop bertenaga baterai pertama yang mendukung hard disk internal dan layar LCD yang kompatibel dengan vga. Beratnya 14 pon pada tahun 1989, ultralight NEC dianggap sebagai menjadi laptop gaya notebook pertama karena beratnya kurang dari lima pon Harganya sekitar lima ribu dolar dan dikirimkan dengan CPU 8 megahertz Setelah kegagalan laptop pertama mereka Apple mengerjakan ulang konsep dan merilis garis buku daya pada Oktober 1991 Mereka segera menyebabkan kehebohan di industri dengan kotak abu-abu gelap dan posisi perangkat penunjuk Ini akan memungkinkan Anda menjalankan perangkat lunak ms-dos Ini akan memungkinkan Anda menjalankan perangkat lunak Macintosh Ini akan membiarkan Anda melarikan diri Pada tahun 1992 Olivetti mengembangkan dan merilis laptop pertama yang menampilkan touchpad Posisi di dekat dasar layar adalah hal biasa karena sebagian besar aplikasi berbasis teks dan tidak memerlukan perangkat penunjuk Pada tahun yang sama, Olivetti merilis laptop yang lebih kecil cuaderno Mampu merekam audio saat komputer mati boot up hampir seketika Itu dikirimkan dengan CPU 16 megahertz satu megabyte RAM dan 20 megabyte ruang hard disk. 

Compaq Concerto

compaq
compaq concerto laptop

Concerto besutan Compaq adalah laptop konvertibel pertama Itu memiliki pena keyboard yang dapat dilepas dan layar sentuh Tapi layar sentuh hanya bekerja dengan pena khusus seperti tablet saat ini. Sebagian besar barang elektronik dilengkapi dengan layar laptop ini benar-benar terdepan. Pada tahun 2002 portage 8 adalah laptop tertipis yang dikembangkan hanya dengan tiga perempat inci dari bagian paling tebal Ini juga menampilkan hard drive 1,8 inci pertama di laptop TC 1100 memiliki desain yang sangat unik itu adalah laptop hybrid yang menyertakan stylus layar sentuh dan mode tablet. Sayangnya Windows XP bukan OS yang ramah sentuhan menghambat kesuksesannya. Seperti concerto, ini adalah laptop lain yang lebih dulu. 

Netbook Pertama ASUS Eee PC 701 
asus
asus Eee pc 701

Asus merilis 701 pada bulan Oktober 2007, yang merupakan netbook pertama di pasar Ini  yang menampilkan layar 7 inci, prosesor Intel Celeron M dan hard disk 4 gigabyte.  Yoga 13 adalah salah satu laptop hybrid modern pertama yang memanfaatkan Windows 8 touch antarmuka. Nama yoga mengacu pada desain unit yang memungkinkan konfigurasi berbeda.  

Laptop untuk Game 

Razer Blade adalah laptop gaming portabel pertama dengan ketebalan sembilan inci dan berat 6,5 pon. lade Pro adalah laptop gaming 17 inci paling portabel di kelasnya laptop yoga book hybrid yang menghadirkan lebih banyak fungsionalitas di tahun 2016. Dengan menggunakan panel digitizer sebagai keyboard. Pengguna dapat menggambar, menulis dan mengetik pada panel yang sama. Pertukarannya adalah kurangnya rasa haptic dan umpan balik saat dalam mode keyboard

Versi yoga 2018 sekarang menggunakan tinta e untuk panel keyboard, memungkinkan untuk yang lebih alami menggambar permukaan dan untuk tata letak entri masukan khusus tergantung pada aplikasi yang digunakan. Dan yang paling penting memungkinkan untuk membaca tanpa membuang baterai atau harus membawa perangkat kedua. Asus saat ini sedang mengerjakan proyek Precog yang terdiri dari laptop monitor ganda yang mirip dengan yoga book, tapi tanpa batasan. Keduanya dapat digunakan sebagai monitor dengan menghubungkan keyboard eksternal Atau kedua monitor dapat digunakan untuk bermain game atau untuk presentasi. Dalam mode laptop satu monitor digunakan secara normal sedangkan yang lain digunakan sebagai keyboard atau panel kontrol.

Demikianlah sedikit cerita mengenai Sejarah dan Evolusi Laptop atau Komputer Portabel dari Masa ke Masa. Semoga bermanfaat. Rahayu.....


Rabu, 06 Oktober 2021

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

P3K (First Aid) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Oleh karena itu, pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K yang pertama melihat korban.  P3K dimaksudkan memberikan perawatan darurat pada korban sebelum pertolongan yang lebih lengkap diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya.  Tujuan dari P3K seperti berikut.

  1. Menyelamatkan nyawa korban.
  2. Meringankan penderitaan korban.
  3. Mencegah cedera/penyakit menjadi lebih parah.
  4. Mempertahankan daya tahan korban.
  5. Mencarikan pertolongan yang lebih lanjut prinsip dari P3K yaitu
  • Menolong secara tepat dengan memperhatikan tujuan P3K,
  • Menolong secara cepat kepada penderita dengan cara-cara P3K yang sesuai,
  • Menolong korban yang bersifat sementara sebelum dibawa ke dokter/instalasigawat darurat (IGD).
fisrt aid
kotak p3k

Pokok-pokok Tindakan P3K sebagai berikut.

  1. Jangan Panik dan bertindak cekatan.
  2. Perhatikan nafas korban, jika terhenti lakukan nafas buatan.
  3. Hentikan pendarahan. Pendarahan pada pembuluh besar dapat mengakibatkankematian dalam waktu 3-5 menit. Hentikan pendarahan dengan menekan lukamenggunakan kain sekuat-kuatnya dan posisikan luka pada posisi yang lebih tinggi.  
  4. Perhatikan tanda-tanda shock. Bila shock, terlentangkan dengan posisi kepala lebihrendah.  Bila muntah-muntah dan setengah sadar, letakkan posisi kepala lebih bawahdengan kepala miring atau telungkupkan. Bila menderita sesak, letakkan dalam sikapsetengah duduk.   
  5. Jangan memindahkan korban terburu-buru, pastikan luka yang dialami korban.  Janganmenambah cidera korban.

Luka Bakar ada 3 tingkatan yakni

  1. Tingkat I yaitu luka bakar biasa, kulit tidak melepuh.  Penanganannya denganobat merah/salep.
  2. Tingkat II yaitu kulit melepuh (ada gelembung).  Penanganannya yaitu denganmengolesi kulit yang melepuh dengan mercuchrome/dilap dengan alkohol 94%lalu tutup dengan kain kasa steril.
  3. Tingkat III yaitu luka bakar dengan tingkat parah/hangus (jaringan kulit sampairusak).  Penanganannya yaitu menutupi luka dengan perban steril dan memintabantuan dokter.  

Luka Tersayat Benda Tajam atau Benda Tumpul

Luka ini dapat ditangani dengan membersihkan luka dengan kain tipis/perban yang steril, olesi dengan iodium tincture 3,5% pada daerah sekeliling luka.  Jika luka yang dihasilkan adalah luka besar dan banyak mengeluarkan darah maka dibalut diantara bagian sisi dan tengah luka agar darah tidak banyak
keluar, lalu tutup luka dengan perban steril. Jika sakit terus berlanjut maka minta pertolongan dokter untuk ditangani lebih lanjut. Pada kasus patah tulang, jangan pindahkan korban kecuali jika tidak memungkinkan seperti pada kasus kebakaran atau kebocoran gas.

Tersengat Arus Listrik/Shock Kesetrum Memiliki Gejala Sebagai Berikut:

  • Shock karena listrik di bawah 220 volt mengacaukan denyut jantung.
  • Shock karena listrik di atas 1000 volt menghentikan pernafasan.
  • Shock karena listrik 220-1000 volt menimbulkan gejala denyut jantung danmenghentikan pernafasan.
  • Pingsan akibat listrik dapat berlangsung lama.
  • Pernafasan mungkin terhenti namun denyut jantung mungkin masih ada.

Pertolongan yang dapat diberikan adalah matikan sumber arus listrik dan tolong korban dengan cara mengisolasi diri dari tanah. Kemudian, tarik korban dari pakaiannya. Bila korban tidak pingsan maka diberi minum larutan NaHCO  (1 sendok teh dalam 1 gelas air).  Bila korban pingsan maka lakukan langkah penyadaran, jika pernafasan terhenti maka diberi nafas buatan. Jangan memberi minum pada saat korban pingsan. Jika terjadi luka bakar, rawat luka bakar korban. Korban segera dibawa
ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut.  

Kecelakaan Pada Mata.  

Penanganan yang dilakukan yaitu dengan meneteskan setetes minyak jarak pada mata, tutup dengan kapas tebal, lalu balut perlahan-lahan untuk mencegah cahaya masuk.  Berikut ini adalah beberapa sumber kecelakaan pada mata serta penanganannya yakni

  • Zat padat pada mata jika tidak berbahaya, dapat dihilangkan dengan sapu tanganyang dibasahi air dengan membuka kelopak mata bagian bawah.  Bila kotoranada di bagian kelopak mata bagian atas, kedip-kedipkan mata dalam air di ataspiring kecil;   
  • Pecahan kaca jika masuk ke dalam mata jangan berusaha untukmengeluarkannya karena berbahaya.  Penanganannya yaitu tutup mata dengankapas tebal, balut perlahan-lahan. Korban segera dibawa ke rumah sakit untukditangani lebih lanjut;
  • Zat Korosif asam keras. Penanganannya yaitu diguyur dengan larutan soda 5%atau air biasa selama 15-30 menit secara terus menerus dan harus mengenaibagian-bagian yang berada di balik kelopak mata;   
  • Zat korosif basa keras.  Penanganannya yaitu diguyur dengan larutan cuka encer(1 bagian cuka dapur +1 bagian air) atau air biasa, guyur selama 30-45 menitterus menerus dan harus mengenai bagian-bagian yang berada di balik kelopak.
  • Selama diguyur gerakan-gerakan bola matanya. 

Keracunan 

Keracunan memiliki gejala yaitu pusing, sesak nafas, muntah, sakit perut, diare, kejang-kejang, kram perut, air liur berlebih, nyeri otot, koma, dan pingsan. Tindakan yang harus dilakukan seperti berikut.

  • Jika korban tidak sadar, korban jangan disuruh muntah/minum.
  • Jika korban sadar, beri minum 24 gelas air/susu kemudian korban disuruh muntah dengan cara memasukkan telunjuk jauh ke dalam mulut (kecuali jika yang termakan bensin, pelumas, asam/basa).
  • Korban disuruh muntah hingga muntahnya jernih. Untuk menghindari kekurangan cairan, korban diberi minum 1 gelas air garam (1 sendok dalam 1 liter air).
  • Penawar racun seperti susu, putih telur yang sudah dikocok, penawar racun universal, proses netralisasi dengan memberikan bahan kimia tertentu, tergantung dari jenis racun.  

Penanganan bila keracunan melalui pernafasan yaitu

  • Penolong menggunakan gas masker untuk menolong korban,
  • Pindahkan korban ke tempat aman dan berhawa segar,
  • Lakukan pernafasan buatan jika pernafasan terhenti,
  • Siapkan gas Oksigen
  • Korban dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Penanganan bila keracunan melalui kulit yaitu

  • Lepaskan pakaian/jauhkan peralatan yang terkena racun,
  • Bagian kulit yang terkena racun dibilas dengan air yang mengalir selama 15,menit.

Penanganan bila keracunan melalui mata yaitu

  • Usahakan mata tetap dibuka,
  • Dibilas dengan air hangat selama 15 menit,
  • Bibir mata tidak menghalangi proses pembilasan.

Pingsan dengan Gejala Hilang Kesadaran lalu Berkeringat pada Bagian Kepala dan Bibir Atas.

Bila korban pingsan maka penanganan yang dilakukan sebagai berikut.

  • Baringkan korban pada tempat sejuk dengan posisi datar atau kepala korban sedikit lebih rendah.
  • Telentangkan korban di atas lantai dan biarkan menghirup uap ammonia encer atau garam-garam yang berbau.
  • Stimulasi kulit korban dengan menggosok menggunakan sikat berbulu keras.
  • Lepas atau longgarkan semua pakaian yang menekan leher dan segera bungkukkan kepala korban diantara kedua kaki sampai muka korban merah.
  • Bila korban dapat menelan air, berikan air kopi.
  • Bila korban muntah, miringkan kepala korban agar tidak tersedak
  • Bila pernafasan pendek/tertahan-tahan, lakukan pernafasan buatan atau hembuskan oksigen 6% dengan CO .
  • Pernafasan buatan diberikan bila korban tidak ada gerakan bernafas, tidak ada uap hasil pernafasan, kuku, bibir, dan muka korban mulai membiru.

NB: Materi sebelumnya silahkan menuju ----> ke sini