Apakah Perbedaan Antara Sikap dan Perilaku? - Ruang Baca - Wahana Tutorial Psikologi, Musik, Biola, dan Teknologi

Senin, 04 Oktober 2021

Apakah Perbedaan Antara Sikap dan Perilaku?

Perbedaan Antara Sikap dan Perilaku terkadang masih menjadi sebuah pertanyaan mendasar bagi kita. Kenapa demikian? karena terkadang kita bingung mengkategorikan pendapat kita yang didapat dari empiris atau dilihat secara langsung mana yang sikap dan mana yang perilaku. Sebelum jauh melangkah marilah kita memahami dari konsep dasar, definisi dari Sikap dan Perilaku. 

SIKAP

sikap

Definisi Sikap sudah banyak ditelaah oleh ahli. Pada kesempatan kali ini dalam dunia Psikologi akan kita sentuh sedikit mengenai definisi Sikap. W.J Thomas salah seorang ahli di bidang psikologi memberikan batasan dari sikap ini sebagai tingkatan yang cenderung bersifat positif maupun negatif, yang dalam kaitannya berhubungan dengan obyek psikologi. Obyek psikologi di sini meliputi : kata-kata, slogan, simbol, orang, lembaga, ide dan lainnya.

Definisi Sikap

Sarnoff memberikan definisi dari sikap sebagai kesediaan untuk bereaksi (disposition to react) secara positif  (favorably) atau secara negatif (unfavorably) terhadap beberapa obyek tertentu. Selanjutnya D.Krech dan R.S Crutchfield mempunyai pendapat bahwasanya sikap adalah sebagai sebuah organisasi yang bersifat menetap dari proseskognitif, emosional, perseptual dan motivasional mengenai aspek dari dunia individu. Di lain tempat, La Pierre  kemudian memberikan definisi sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana yang kemudian dirangkum menjadi "Sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan". 

Sikap pada penggolongannya diarahkan terhadap sesuatu, yang  artinya tidak ada sikap tanpa obyek. Kemudian Sikap diarahkan kepada benda-benda, orang, peritiwa, pandangan, lembaga, norma dan lain sebagainya. Walaupun dalam kajiannya terjadi perbedaan mengenai definisi sikap, tetapi berdasarkan pendapat para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa 

Sikap adalah keadaan diri dalam manusia yang menggerakkan untuk bertindak atau berbuat dalam kegiatan sosial dengan perasaan tertentu di dalam menanggapi obyek situasi atau kondisi di lingkungan sekitarnya. 

Selain itu sikap juga memberikan kesiapan untuk merespon yang sifatnya positif atau negatif terhadap obyek atau situasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Sikap

Sebuah interaksi sosial menciptakan sebuah proses belajar. Dalamkaitannya dengan interaksi sosial, individu membuat pola sikap tertentu terhadap objek-objek  psikologis yang dihadapinya. 

Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah:

  • Pengalaman pribadi. Agar bisa menjadi dasar dari pembentukan sikap, hal utama adalah  pengalaman pribadi harus daoat meninggalkan kesan yang kuat. Ketika sudah terealisai, maka sikap akan lebih mudah terbentuk dan sudah barang tentu ketika pengalaman pribadi tersebut ikut melibatkan faktor emosional, sehingga penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.
  • Kebudayaan. B.F. Skinner menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian tidak lain daripada pola perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah reinforcement (penguatan, ganjaran) yang dimiliki. Pola reinforcement dari masyarakat untuk sikap dan perilaku tersebut, bukan untuk sikap dan perilaku yang lain.
  • Individu lain yang dianggap penting. Pada umumnya, individu bersikap konformis atau searah dengan sikap  yang dianggapnya penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan individu yang dianggap penting tersebut.
  • Media massa. Sebagai  komunikasi tambahan informasi, berbagai media massa seperti televisi, radio, gaawai, mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa informasi tersebut, apabila cukup kuat, akan memberi dasar afektif dalam mempersepsikan dan menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.
  • Institusi Pendidikan. Sebagai suatu sistem, institusi pendidikan  mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan sikap, hal ini dikarenakan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan secara komprehensip.
  • Faktor emosi dalam diri. Tidak semua bentuk sikap ditentukan oleh situasi lingkungan dan pengalaman pribadi seseorang. Kadang-kadang, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Sikap demikian bersifat sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan lebih tahan lama. contohnya bentuk sikap yang didasari oleh faktor emosional adalah prasangka.

Komponen  dan Tingkatan Sikap

Komponen-Komponen Sikap adalah :

  • Kognitif. Kognitif terbentuk dari pengetahuan dan informasi yang diterima yang selanjutnya diproses menghasilkan suatu keputusan untuk bertindak.
  • Afektif. Menyangkut masalah emosional subyektif sosial terhadap suatu obyek, secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap suatu obyek.
  • Konatif. Menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapinya.

Tingkatan Sikap

  • Menerima (Receiving). Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).
  • Merespon (Responding). Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan sesuatu dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.
  • Menghargai (Valuting). Mengajak orang lain untuk mengerjakan/mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap.
  • Bertanggung jawab (Responsile). Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah merupakan sikap yang paling tinggi.

Bentuk Sikap

Sikap Positif

Sikap positif adalah perwujudan nyata dari suasana jiwa yang terutama memperhatikan hal-hal yang positif . Pemahaman Ini adalah suasana jiwa yang lebih mengutamakan kegiatan kreatif dari pada kegiatan yang menjemukan, kegembiraan dari pada kesedihan, harapan dari pada keputusasaan. Bila sesuatu terjadi sehingga membelokkan fokus mental seseorang ke arah negatif, mereka yang positif mengetahui bahwa guna memulihkan dirinya, penyesuaian harus dilakukan, karena sikap hanya dapat dipertahankan dengan kesadaran.

Cerminan dari Sikap Positif :

  • Merupakan sesuatu yang indah dan membawa seseorang untuk selalu dikenang, dihargai, dan dihormati.
  • Mengatakan bahwa seseorang yang memiliki kepercayaan diri, bahwa ia patut dikenal dan diketahui.
  • Mengatakarurya tidak hanya melalui ekspresi wajah, tetapi juga melalui bagaimana cara ia berbicara, berjumpa orang lain, dan cara menghadapi masalah.

Sikap Negatif

Sikap negatif harus dihindari, karena hal ini mengarahkan seseorang pada kesulitan diri dan kegagalan.

Cerminan dari Sikap Negatif :

  • Lebih dari sekedar bermuka sedih.
  • Merupakan sesuatu yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain.
  • Sesuatu yang menyatakan ketidakramahan, tidak menyenangkan, dan tidak memiliki kepercayaan diri.
  • Banyak hal-hal yang menarik dalam membicarakan sikap.

Macam-Macam Sikap:

  • Sikap Agresif : selalu berlebih-lebihan, menyerang/ mengikuti emosi.
  • Sikap Submisif : apatis
  • Sikap Asertive : mampu menyampaikan pendapat,perasaan,kepentingan secara langsung, jujur, obyektif,tidak terpengaruh emosi.

Tips: Ada 2 (dua) langkah untuk menghilangkan sikap negatif yaitu:

  1. Belajar mengenalinya. Bersikap jujur terhadap diri Anda sendiri. Tanyalah pada seseorang yang anda percaya dan hargai.
  2. Akui bahwa Anda melakukannya bila Anda melihat sikap tersebut pada diri Anda.

Sekali kita telah mengenal sikap-sikap negatif kita. Kita dapat segera menggantikan dengan suatu sikap yang positif. Setiap orang, dapat memperoleh keuntungan dari suatu sikap positif, tanpa menghiraukan tingkat usia, latar belakang, pendidikan, ketrampilan atau tujuan. Setiap orang dapat bersikap positif.

PERILAKU

perilaku

Perilaku adalah segala sesuatu yang berasal dari dalam individu ketika berinteraksi dengan lingkungan, mulai dari perilaku yang kasat mata sampai yang tidak kasat mata, dari yang paling dapat dirasakan sampai yang paling tidak dapat dirasakan. Dalam hubungannya dengan obyek psikologi satu ini, maka yang paling dimungkinkan untuk dapat diamati dan dikaji adalah berasal dari jiwa itu sendiri yaitu dalam bentuk perilaku individu ketika melakukan interaksi dengan lingkungannya. 

Lima pendekatan utama tentang perilaku yaitu;

  1. Pendekatan Neurobiologik, pendekatan ini menitikberatkan pada hubungan antaraperilaku dengan kejadian yang berlangsung dalam tubuh (otak dan syaraf) karena perilakudiatur oleh kegiatan otak dan sistem syaraf,
  2. Pendekatan Behavioristik, pendekatan inimenitikberatkan pada perilaku yang nampak dan perilaku dapat dibentuk denganpembiasaan dan pengukuhan melalui pengkondisian stimulus,
  3. Pendekatan Kognitif,menurut pendekatan ini individu tidak hanya menerima stimulus yang pasif tetapimengolah stimulus menjadi perilaku baru,
  4. Pandangan Psikoanalisis, menurut pandanganini perilaku individu didorong oleh insting bawaan dan sebagian besar perilaku itu tidakdisadari, dan
  5. Pandangan Humanistik, perilaku individu bertujuan yang ditentukan olehaspek internal individu. Individu mampu mengarahkan perilaku dan memberikan warnapada lingkungan.

Jenis-jenis perilaku individu:

  • Perilaku sadar, perilaku yang melalui kerja otak dan pusat susunan syaraf,
  • Perilaku tak sadar, perilaku yang spontan atau instingtif,
  • Perilaku tampak dan tidak tampak,
  • Perilaku sederhana dan kompleks,
  • Perilaku kognitif, afektif, konatif, dan psikomotor.

Mekanisme Perilaku Individu dalam Pandangan Behavioristik

Mekanisme Perilaku Individu adalah :

W ------ S ------- r -------- O ------- e -------- R ------- W

Keterangan:
W=world (lingkungan) - S=stimulus - r=receptor - O=organisme - e=effector - R=respon - W=lingkungan.- 

Perilaku yang berlangsung pada bagan di atas biasa disebut dengan Perilaku Spontan

Contoh : seorang mahasiswa sedang mengikuti perkuliahan Statistik di ruangan kelas yang terasa panas, secara spontan mahasiswa tersebut mengipaskan buku untuk mengurangi kegerahannya. Ruangan kelas yang panas merupakan lingkungan (W) dan menjadi stimulus (S) bagi mahasiswa tersebut (O), secara spontan mengipaskan buku merupakan respons (R )yang dilakukan mahasiswa. Merasakan ruangan tidak terasa gerah (W) setelah mengipaskan buku. 

Selanjutnya Perilaku Sadar dapat digambarkan sebagai berikut: 

Contoh : ketika sedang mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan di ruangan kelas yang terasaagak gelap karena waktu sudah sore hari ditambah cuaca mendung, ada Statistik seorang mahasiswa yang sadar kemudian dia berjalan ke depan dan meminta ijin kepada dosen untuk menyalakan lampu  yang ada di ruangan kelas, sehingga di kelas terasa terang dan mahasiswa lebih nyaman dalam mengikuti perkuliahan. Ruangan kelas yang gelap, waktu sore hari, dan cuaca mendung merupakan lingkungan (W), ada mahasiswa yang sadar akan keadaan di sekelilingnya (O) meski di ruangan kelas terdapat banyak mahasiswa namun mereka mungkin tidak menyadari terhadap keadaan sekelilingnya. berjalan ke depan, meminta ijin ke dosen, dan menyalakan lampu merupakan respons yang dilakukan oleh mahasiswa yang sadar tersebut (R), suasana kelas menjadi terang dan mahasiswa menjadi lebih nyaman dalam mengikuti perkuliahan merupakan (W).

Mekanisme Perilaku Individu dalam Pandangan Humanistik

Perilaku merupakan siklus dari dorongan timbul, aktivitas yang dilakukan, tujuan dihayati, dan kebutuhan terpenuhi/rasa puas

Dinamika Perilaku Individu

  • Pengamatan adalah proses belajar mengenal segala sesuatu yang berada di lingkungan sekitar dengan menggunakan alat indera penglihatan, pendengaran, pengecap dan pembau, kemudian diserap dan kemudian diaplikasikan dan dicerna
  • Persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di otak atau pengertian individu tentang situasi atau pengalaman. Ciri umum dari persepsi adalah terkait dengan dimensi ruang dan waktu, terstruktur, menyeluruh dan penuh arti. Persepsi bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh perhatian selektif, cir-ciri rangsangan, nilai dan kebutuhan individu, dan pengalaman.
  • Berfikir adalah aktivitas yang bersifat ideasional untuk menemukan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan. Berpikir bertujuan untuk membentuk pengertian, membentuk pendapat, dan menarik kesimpulan. 

Proses Berfikir kreatif terdiri dari Persiapan , Inkubasi, Iluminasi, Verifikasi. 

Jenis berpikir ada 2 yaitu berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi.

Kecakapan Individu Dibagi Dalam Dua Bagian Yaitu:

  1. Kecakapan nyata (actual ability) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar(achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji sekarang. Misalkan,setelah selesai mengikuti proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhirperkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan baik tentang pertanyaan dosen, makakemampuan tersebut merupakan atau kecakapan nyata (achievement).Sedangkan kecakapan potensial merupakan aspek kecakapan yang masih terkandungdalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan (herediter). 
  2. Kecakapan potensial dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu kecakapan dasar umum (inteligensi atau kecerdasan) dan kecakapan dasar khusus (bakat atau aptitudes). Dalam dunia pendidikan, guru lah yang jadi pengamat terhadap peserta didiknnya.Dalam melaksanakan tugasnya, seorang guru mungkin akan dihadapkan dengan puluhan ataubahkan ratusan peserta didiknya, dengan masing-masing karakateristik yang dimilikinya.

Di antara sekian banyak karakteristik yang dimiliki peserta didik, yang penting dan perlu diketahui guru adalah yang berhubungan dengan kecakapan dan perilaku peserta didiknya. Dari segi kecepatan belajar, ada peserta didik yang menunjukkan cepat dalam menangkap pelajaran, namun sebaliknya ada juga yang sangat lambat. Ketika guru berhadapan dengan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar dan memiliki ciri-ciri kepribadian yang positif, guru mungkin akan menganggap seakan tidak ada hambatan. Akan tetapi ketika guru berhadapan dengan peserta didik yang lambat dalam belajar atau ciri-ciri kepribadian yang negatif, ada kalanya guru dibuat frustrasi. Pada saat frustasi memuncak, maka guru langsung  menyimpulkan bahwa peserta didiklah yang salah. Peserta didik dianggap kurang rajin,bodoh, malas, kurang sungguh-sungguh dan sebagainya. 

Seandainya guru tersebut bisa memahami tentang keragaman individu (dalam hal ini peserta didik), belum tentu guru tersebut akan langsung menarik kesimpulan bahwa peserta didiklah yang salah. Langkaw awalnya sebaiknya guru  mempelajari latar belakang sosio-psikologis peserta didiknya, sehingga akan diketahui  kenapa peserta didik itu lambat dalam belajar, selanjutnya guru berusaha untuk menemukan solusinya dan menetukan tindakan apa yang  bisa dilakukan agar supaya peserta didik tersebut dapat mengembangkan perilaku dan pribadinya secara optimal.

Belajar menurut Wingkel adalah sebagai suatu proses kegiatan mental pada diri seseorang yang berlangsung dalam interaksi aktif individu dengan lingkungannya, sehingga dapat menghasilkan perubahan yang relatif menetap/bertahan dalam kemampuan ranah kognitif,afektif, dan psikomotorik.

Jadi, belajar pada hakikatnya merupakan salah satu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan perilaku yang relatif dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik, yang diperoleh melalui interaksi individu denganlingkungannya.

Delors mengungkapkan bahwa proses belajar didasarkan pada konsep belajar sepanjang hayat (life long learning) dan belajar bagaimana belajar (learning how to learn). 

Konsep ini bertumpu pada empat pilar pembelajaran yaitu:.

  1. Belajar Mengetahui (Learning to know). Dengan menggabungkan antara pengetahuan umum yang cukup luas dengan kesempatan untuk bekerja melalui kemampuan belajar bagaimana caranya belajar sehingga diperoleh keuntungan dari peluangpeluang pendidikan sepanjang hayat yang tersedia.
  2. Belajar Berbuat (Learning to do). Selain memperoleh suatu keterampilan kerja  juga bisa untuk mendapatkan kompetensi yang berhubungan dengan bekerja dalam kelompok dan berbagai kondisi sosial yang informal.
  3. Belajar Menjadi Diri Sendiri (Learning to be). Menyadari kekuatan dan keterbatasan dirinya, dan terus menerus mengembangkan kepribadiannya menjadi lebih baik dan mampu bertindak mandiri, dan membuat pertimbangan berdasarkan tanggung jawab pribadi.
  4. Belajar Hidup Bersama (Bearning to live together). Mengembangkan pengertian dan kemampuan untuk dapat hidup bersama dan bekerjasama dengan orang lain dalam masyarakat global.

SUMBER

Fillamenta, N.2019.Psikologi Kesehatan Sebuah Pengantar.Palembang:Sapu Lidi

Sapolsky, Robert M.2017.BEHAVE:The Biology of Humans at Our Best and Worst. NY: Penguin Press



Comments


EmoticonEmoticon