Pengertian Persepsi Dalam Psikologi Komunikasi - Ruang Baca - Wahana Tutorial Psikologi, Musik, Biola, dan Teknologi

Selasa, 12 Oktober 2021

Pengertian Persepsi Dalam Psikologi Komunikasi

persepsi
PERSEPSI

Persepsi adalah suatu proses yang ditempuh individu untuk mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan mereka.Persepsi itu agar memberikan makna bagi lingkungan mereka. Persepsi itu penting dalam studi perilaku organisasi karena perilaku orang yang didasarkan pada persepsi mereka mengenai apa itu realitas dan bukan mengenai realitas itu sendiri.

Individu itu memprediksikan suatu benda yang sama berbeda-berbeda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Faktor yang ada pada pelaku persepsi (Perceiver) yang termasuk faktor pertama adalah sikap, keutuhan atau motif, kepent ingan atau minat pengalaman dan pengharapan individu.
  • Faktor yang ada pada objek atau target yang dipersepsikan yang meliputi hal-hal baru, gerakan, bunyi, ukuran latar belakang dan kedekatan.
  • Faktor konteks situasi di mana persepsi itu dilakukan yang meliputi waktu, keadaan/tempat kerja, dan keadaan sosial.

Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatu pencatatan yang benar terhadap situasi. Pada hakikatnya persepsi juga dikatakan hampir sama dengan pengindraan di bawah ini perbedaan antara persepsi dan pengindraan.

Cara kebiasaan yang bisa dipergunakan untuk mengenal pengindraan itu  antara lain dengan dua aspek berikut ini, yaitu

  • Aspek penginderaan yang mempunyai kesamaan antar satu orang dengan lainnya disebut kenyataan.
  • Penginderaan tersusun dalam cara unik bagi kita.  

Sub-Proses Persepsi

Ada beberapa subproses dalam persepsi ini, dan yang dapat dipergunakan sebagai bukti bahwa sifat persepsi itu merupakan hal yang komplek dan interaktif.

Ada Tiga Sub-Proses yang Dialami oleh Manusia yaitu:

  1. Subproses pertama yang dianggap penting ialah Stimulus, atau situasi yang hadir. Mula terjadinya persepsi diawali ketika seseorang dihadapkan dengan suatu situasi atau stimulasi. Situasi yang dihadapi itu mungkin bisa berupa stimulasi penginderaan dekat dan langsung atau berupa bentuk lingkungan sosiokultur dan fisik yang menyeluruh.
  2. Subproses selanjutnya adalah Registrasi. Dalam masa registrasi suatu gejala yang nampak ialah mekanisme fisik yang berupa penginderaan dan syaraf sesorang mempengaruhi persepsi. Dalam hal ini seseorang subproses berikut yang bekerja ialah interprestasi. 
  3. Selanjutnya adalah Interprestasi yang merupakan suatu aspek kognitif dari persepsi yang amat penting. Proses interpretasi ini tergantung pada cara pendalaman (Learning), motivasi, dan kepribadian seseorang. Pendalaman, motivasi dan kepribadian seseorang akan berbeda dengan orang lain. Oleh karena itu, interpretasi terhadap suatu informasi yang sama, akan berbeda antara satu orang dengan orang lain. Oleh karena itu, interpretasi terhadap suatu informasi yang sama, akan berbeda antara satu dengan orang lain. Di sinilah letak sumber perbedaan pertama dari persepsi, dan itulah sebabnya mengapa interpretasi merupakan subproses yang penting.
  4. Subproses terakhir adalah Umpan Balik (Feedback). Subproses ini dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Sebagai contoh, seseorang karyawan yang melaporkan hasil kerjanya kepada atasan-atasannya, kemudian mendapat umpan balik dengan melihat raut muka atasannya.

Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Persepsi Seseorang Antara Lain:

 

Psikologi

Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu yang terjadi di alam dunia ini sangat sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologi. Psikologi juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sifat -sifat kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi perilaku dan kepribadiannya, dengan pandangan
bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.

Family / Keluarga

Pengaruh yang besar terhadap anak-anak adalah familinya, orang tua yang telah mengembangkan sesuatu cara yang khusus di dalam memahami dan melihat kenyataan di dunia ini, banyak sikap dan persepsi dan persepsi- persepsi mereka yang diturunkan kepada anak-anaknya.

Kebudayaan

Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu faktor yang kuat di dalam mempengaruhi sikap dan cara seseorang memandang dan memahami keadaan di dunia ini.

Motivasi

Teori mendasar Maslow adalah bahwa keputusan itu tersusun dalam suatu hieraki kebutuhan. Tingkat kebutuhan yang paling rendah yang harus dipenuhi adalah kebutuhan fisiologis dan tingkat kebutuhan tertinggi adalah kebutuhan realisasi diri.

Materi Selanjutnya Di Sini

Comments


EmoticonEmoticon