Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) - Ruang Baca - Wahana Tutorial Psikologi, Musik, Biola, dan Teknologi

Rabu, 06 Oktober 2021

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

P3K (First Aid) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. Oleh karena itu, pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas P3K yang pertama melihat korban.  P3K dimaksudkan memberikan perawatan darurat pada korban sebelum pertolongan yang lebih lengkap diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya.  Tujuan dari P3K seperti berikut.

  1. Menyelamatkan nyawa korban.
  2. Meringankan penderitaan korban.
  3. Mencegah cedera/penyakit menjadi lebih parah.
  4. Mempertahankan daya tahan korban.
  5. Mencarikan pertolongan yang lebih lanjut prinsip dari P3K yaitu
  • Menolong secara tepat dengan memperhatikan tujuan P3K,
  • Menolong secara cepat kepada penderita dengan cara-cara P3K yang sesuai,
  • Menolong korban yang bersifat sementara sebelum dibawa ke dokter/instalasigawat darurat (IGD).
fisrt aid
kotak p3k

Pokok-pokok Tindakan P3K sebagai berikut.

  1. Jangan Panik dan bertindak cekatan.
  2. Perhatikan nafas korban, jika terhenti lakukan nafas buatan.
  3. Hentikan pendarahan. Pendarahan pada pembuluh besar dapat mengakibatkankematian dalam waktu 3-5 menit. Hentikan pendarahan dengan menekan lukamenggunakan kain sekuat-kuatnya dan posisikan luka pada posisi yang lebih tinggi.  
  4. Perhatikan tanda-tanda shock. Bila shock, terlentangkan dengan posisi kepala lebihrendah.  Bila muntah-muntah dan setengah sadar, letakkan posisi kepala lebih bawahdengan kepala miring atau telungkupkan. Bila menderita sesak, letakkan dalam sikapsetengah duduk.   
  5. Jangan memindahkan korban terburu-buru, pastikan luka yang dialami korban.  Janganmenambah cidera korban.

Luka Bakar ada 3 tingkatan yakni

  1. Tingkat I yaitu luka bakar biasa, kulit tidak melepuh.  Penanganannya denganobat merah/salep.
  2. Tingkat II yaitu kulit melepuh (ada gelembung).  Penanganannya yaitu denganmengolesi kulit yang melepuh dengan mercuchrome/dilap dengan alkohol 94%lalu tutup dengan kain kasa steril.
  3. Tingkat III yaitu luka bakar dengan tingkat parah/hangus (jaringan kulit sampairusak).  Penanganannya yaitu menutupi luka dengan perban steril dan memintabantuan dokter.  

Luka Tersayat Benda Tajam atau Benda Tumpul

Luka ini dapat ditangani dengan membersihkan luka dengan kain tipis/perban yang steril, olesi dengan iodium tincture 3,5% pada daerah sekeliling luka.  Jika luka yang dihasilkan adalah luka besar dan banyak mengeluarkan darah maka dibalut diantara bagian sisi dan tengah luka agar darah tidak banyak
keluar, lalu tutup luka dengan perban steril. Jika sakit terus berlanjut maka minta pertolongan dokter untuk ditangani lebih lanjut. Pada kasus patah tulang, jangan pindahkan korban kecuali jika tidak memungkinkan seperti pada kasus kebakaran atau kebocoran gas.

Tersengat Arus Listrik/Shock Kesetrum Memiliki Gejala Sebagai Berikut:

  • Shock karena listrik di bawah 220 volt mengacaukan denyut jantung.
  • Shock karena listrik di atas 1000 volt menghentikan pernafasan.
  • Shock karena listrik 220-1000 volt menimbulkan gejala denyut jantung danmenghentikan pernafasan.
  • Pingsan akibat listrik dapat berlangsung lama.
  • Pernafasan mungkin terhenti namun denyut jantung mungkin masih ada.

Pertolongan yang dapat diberikan adalah matikan sumber arus listrik dan tolong korban dengan cara mengisolasi diri dari tanah. Kemudian, tarik korban dari pakaiannya. Bila korban tidak pingsan maka diberi minum larutan NaHCO  (1 sendok teh dalam 1 gelas air).  Bila korban pingsan maka lakukan langkah penyadaran, jika pernafasan terhenti maka diberi nafas buatan. Jangan memberi minum pada saat korban pingsan. Jika terjadi luka bakar, rawat luka bakar korban. Korban segera dibawa
ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut.  

Kecelakaan Pada Mata.  

Penanganan yang dilakukan yaitu dengan meneteskan setetes minyak jarak pada mata, tutup dengan kapas tebal, lalu balut perlahan-lahan untuk mencegah cahaya masuk.  Berikut ini adalah beberapa sumber kecelakaan pada mata serta penanganannya yakni

  • Zat padat pada mata jika tidak berbahaya, dapat dihilangkan dengan sapu tanganyang dibasahi air dengan membuka kelopak mata bagian bawah.  Bila kotoranada di bagian kelopak mata bagian atas, kedip-kedipkan mata dalam air di ataspiring kecil;   
  • Pecahan kaca jika masuk ke dalam mata jangan berusaha untukmengeluarkannya karena berbahaya.  Penanganannya yaitu tutup mata dengankapas tebal, balut perlahan-lahan. Korban segera dibawa ke rumah sakit untukditangani lebih lanjut;
  • Zat Korosif asam keras. Penanganannya yaitu diguyur dengan larutan soda 5%atau air biasa selama 15-30 menit secara terus menerus dan harus mengenaibagian-bagian yang berada di balik kelopak mata;   
  • Zat korosif basa keras.  Penanganannya yaitu diguyur dengan larutan cuka encer(1 bagian cuka dapur +1 bagian air) atau air biasa, guyur selama 30-45 menitterus menerus dan harus mengenai bagian-bagian yang berada di balik kelopak.
  • Selama diguyur gerakan-gerakan bola matanya. 

Keracunan 

Keracunan memiliki gejala yaitu pusing, sesak nafas, muntah, sakit perut, diare, kejang-kejang, kram perut, air liur berlebih, nyeri otot, koma, dan pingsan. Tindakan yang harus dilakukan seperti berikut.

  • Jika korban tidak sadar, korban jangan disuruh muntah/minum.
  • Jika korban sadar, beri minum 24 gelas air/susu kemudian korban disuruh muntah dengan cara memasukkan telunjuk jauh ke dalam mulut (kecuali jika yang termakan bensin, pelumas, asam/basa).
  • Korban disuruh muntah hingga muntahnya jernih. Untuk menghindari kekurangan cairan, korban diberi minum 1 gelas air garam (1 sendok dalam 1 liter air).
  • Penawar racun seperti susu, putih telur yang sudah dikocok, penawar racun universal, proses netralisasi dengan memberikan bahan kimia tertentu, tergantung dari jenis racun.  

Penanganan bila keracunan melalui pernafasan yaitu

  • Penolong menggunakan gas masker untuk menolong korban,
  • Pindahkan korban ke tempat aman dan berhawa segar,
  • Lakukan pernafasan buatan jika pernafasan terhenti,
  • Siapkan gas Oksigen
  • Korban dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Penanganan bila keracunan melalui kulit yaitu

  • Lepaskan pakaian/jauhkan peralatan yang terkena racun,
  • Bagian kulit yang terkena racun dibilas dengan air yang mengalir selama 15,menit.

Penanganan bila keracunan melalui mata yaitu

  • Usahakan mata tetap dibuka,
  • Dibilas dengan air hangat selama 15 menit,
  • Bibir mata tidak menghalangi proses pembilasan.

Pingsan dengan Gejala Hilang Kesadaran lalu Berkeringat pada Bagian Kepala dan Bibir Atas.

Bila korban pingsan maka penanganan yang dilakukan sebagai berikut.

  • Baringkan korban pada tempat sejuk dengan posisi datar atau kepala korban sedikit lebih rendah.
  • Telentangkan korban di atas lantai dan biarkan menghirup uap ammonia encer atau garam-garam yang berbau.
  • Stimulasi kulit korban dengan menggosok menggunakan sikat berbulu keras.
  • Lepas atau longgarkan semua pakaian yang menekan leher dan segera bungkukkan kepala korban diantara kedua kaki sampai muka korban merah.
  • Bila korban dapat menelan air, berikan air kopi.
  • Bila korban muntah, miringkan kepala korban agar tidak tersedak
  • Bila pernafasan pendek/tertahan-tahan, lakukan pernafasan buatan atau hembuskan oksigen 6% dengan CO .
  • Pernafasan buatan diberikan bila korban tidak ada gerakan bernafas, tidak ada uap hasil pernafasan, kuku, bibir, dan muka korban mulai membiru.

NB: Materi sebelumnya silahkan menuju ----> ke sini

Comments


EmoticonEmoticon