Psikologi Komunikasi: Diri (Self) dan Konsep Diri (Self Concept) - Ruang Baca - Wahana Tutorial Psikologi, Musik, Biola, dan Teknologi

Minggu, 10 Oktober 2021

Psikologi Komunikasi: Diri (Self) dan Konsep Diri (Self Concept)

Diri

Diri (Self) adalah segala sesuatu yang dapat dikatakan orang tentang dirinya sendiri; bukan hanya tentang tubuh dan keadaan psikisnya sendiri saja, melainkan juga tentang anak istrinya, rumahnya, pekerjaannya, nenek moyangnya, teman-temannya, miliknya, uangnya. Diri adalah semua ciri, jenis kelamin, pengalaman, sifat-sifat, latar belakang budaya, pendidikan, yang melekat pada seseorang.

Diri digambarkan sebagai sebuah proses mengetahui dan berfikir, dengan sebuah subjek (The I, diri yang sadar dan aktif) dan sebuah objek (the Me, diri yang disadari atau diri yang menjadi objek renungan kita).

Ada Tiga Aspek Me, yaitu:

  1. Aspek material (Material Self) tubuh dan barang milik
  2. Diri sosial (Social Self) kesadaran tentang bagaimana seseorang dilihat oleh orang lain;
  3. Diri Spiritual (Spiritual Self) kepribadian dan aspirasi psikologis seseorang.
Untuk memahami pengertian  Self (diri), kita dapat menjadikan beberapa pengertian umum berikut. Secara umum pengertian diri dapat dilihat sebagai berikut:
  • Pertama, diri sebagai agen internal atau daya bat in manusia yang mengontrol danmengarahkan fungsi-fungsi mot if, kebutuhan, dll. Diri merupakan sebuah entitashipotetis, sebuah aspek yang diasumsikan menjadi bagian dari psike/jiwa dengan suatuperan tertentu yang harus diemban.
  • Kedua, diri sebagai saksi bat in/internal terhadap kejadian, peristiwa atau suatu hal. Diridilihat dari komponen psike yang mengemban fungsi introspeksi.
  • Ketiga, diri sebagai totalitas pengalaman dan ekspresi pribadi. Di t it ik ini istilah dir idigunakan secara inklusif dan relatif netral, dan istilah lain seperti ego, pribadi, individudan organisme diterima sebagai sinonimnya.
  • Keempat, diri sebagai sebuah sintesis, diri sebagai sebuah keseluruhan yang terorganisir,hampir mirip dengan makna ketiga, tet api dengan konotasi tambahan kalau seseoranglebih berkonsentrasi kepada aspek-aspek yang terintegrasikan di dalamnya.
  • Kelima, diri sebagai konsepsi sadar, atau lebih disebut sebagai identitas.Selain dari beberapa pengertian di atas, diri dapat dipahami sebagai keyakinan yang kitapegang tentang kita sendiri sebagai pribadi yang otonom. Keyakinan itu dapat kita perolehdari kesadaran pribadi sebagai hasil suatu refleksi, dari suatu relasi interpersonal, di mana diriterbentuk dan dikenal karena suatu interaksi dan relasi dengan orang lain, juga dari carabagaimana kita membuat keputusan dan menggunakan control.

Konsep Diri

Konsep diri (Self Concept) adalah pikiran dan keyakinan seseorang mengenai dirinya sendiri. Deskripsi tentang konsep diri bisa juga dibuat secara detail, meliput banyak aspek, sepert sebuah resume seseorang. William D. Brooks mendefinisikan konsep diri yang bersifat fisik, sosial, dan psikologis, mengenai diri kita, yang didapat dari pengalaman. 

Jadi, konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri kita. 

Persepsi tentang diri ini dapat bersifat psikologis, sosial dan fisik.

Konsep diri dapat bersumber dari self esteem (harga diri) dan social evaluation (penilaian sosial).

Sumber-Sumber Konsep Diri

1. Harga Diri (Self Esteem)

Harga diri (Self Esteem) adalah penilaian, baik posit if atau negatif, individu terhadap diri sendiri. Tingginya self esteem merujuk pada tingginya estimasi individu atas nilai, kemampuan dan kepercayaan yang dimilikinya. Sedangkan self esteem yang rendah melibatkan penilaian buruk akan pengalaman masa lalu dan pengharapan yang rendah bagi pencapaian masa depan. Orang dengan self esteem tinggi memiliki sikap positif terhadap dirinya. Mereka merasa puas dan menghargai diri sendiri, yakin bahwa mereka mempunyai sejumlah kualitas baik, dan hal-hal yang patut dibanggakan. Self esteem mempengaruhi perilaku komunikasi seseorang. Orang dengan self esteem tinggi akan lentur dalam menanggapi situasi yang dihadapi meskipun itu situasi yang sulit karena mereka mampu menerima diri sendiri apa adanya, daripada orang dengan self esteem rendah.

2. Penilaian Sosial (Social Evaluation)

Penilaian sosial adalah kebanyakan informasi mengenai diri sendiri t idak didapat dari perenungan atau refleksi diri, melainkan dari orang lain. Keyakinan anda tentang pendapat orang lain terhadap anda akan mempengaruhi per ilaku dan keinginan anda untuk berubah atau tidak.


Proses evaluasi sosial ini termasuk didalamnya reflected appraisal (pantulan penilaian) atau direct feedback (umpan balik langsung).

a. Reflected Appraisal

Pendapat kita tentang diri sendiri adalah cermin (refleksi atau pantulan) dari penilaian nyata orang lain terhadap kita. Dengan menyimpulkan pendapat orang lain tentang diri kita dan kemudian menggunakan pendapat tersebut sebagai pendapat sendiri, maka kita memantulkan penilaian orang lain tersebut. Pantulan penilaian yang kita lakukan tersebut kemudian masuk ke dalam self concept.

b. Direct Feedback

Ketika orang lain seperti orang tua dan teman-teman dekat kita menyatakan penilaiannya kepada kita, maka kita menerima feedback tentang kualitas dan kemampuan kita.Umpan balik langsung (Direct Feedback) ini lebih jarang terjadi dibandingkan reflected appraisals, tetapi merupakan sumber penting bagi konsep diri seseorang.

Teori-teori Konsep Diri

1. Social Comparison (Pembandingan Sosial)

Ahli psikologi sosial Leon Festinger memperkenalkan Social Comparison Theory yang membantu menjelaskan berbagai macam fenomena termasuk keyakinan sosial, perubahan sikap, dan komunikasi kelompok.
Social Comparison Theory dibangun atas empat prinsip dasar, yakni:

  1. Setiap orang memiliki keyakinan tertentu
  2. Pent ingnya bagi keyakinan kita untuk menjadi benar
  3. Beberapa keyakinan lebih sulit untuk dibuktikan dibanding yang lainnya.
  4. Ketika anggota dari kelompok rujukan (reference group) saling tidak setuju tentang suatu hal, mereka akan berkomunikasi hingga konflik tersebut terselesaikan.

2. Downward Comparisons (Perbandingan Ke Bawah): 

Membandingkan diri dengan orang yang kita pikir lebih rendah. Biasanya kita membuat perbandingan social dengan orang lain yang sama atau seharusnya sama dengan kita. Pada suatu hal, kita mungkin membandingkan diri dengan orang yang kita pikir lebih rendah (inferior).

3. Consequences Of Social Comparison (konsekuensi dari perbandingan sosial):

Membandingkan diri kita dengan hal yang relevan, orang-orang dengan latar belakang atau tujuan yang sama memberi dampak pada cara kita mengevaluasi diri sendiri. Pada beberapa kasus, Social Comparison merupakan proses yang terjadi otomatis, dan biasanya terbatas pada hal lain yang relevan. Jika anda ingin tahu seberapa baik anda pada mata kuliah komunikasi, anda akan membandingkan diri dengan mahasiswa lain yang mengikuti mata kuliah yang sama, bukan dengan mahasiswa peserta mata kuliah sejarah. Membandingkan diri kita dengan hal lain yang relevan, orang-orang dengan latar belakang atau tujuan yang sama memberi dampak pada cara kita mengevaluasi diri sendiri.

Prinsip kunci dari Konsep Diri adalah poin ketiga, keyakinan subjektif, yang tidak bisa dibuktikan secara objekt if, hanya dapat dibukt ikan ketika kita berunding dengan pendapat orang lain. Proses evaluasi keyakinan diri dalam hubungannya dengan orang lain adalah Pembandingan Sosial (Social Comparison).

2. Persepsi Diri (Self Perception)

Penelitian mengatakan bahwa kita tidak lebih ahli tentang maksud dari t indakan kita dibanding kita terhadap orang lain. Menurut Daryl Benn, ketika kita menilai pendapat sendiri maka kita akan mengambil perilaku kita sebagai petunjuk daripada menganalisis diri kita secara mendalam. Proses persepsi diri melibatkan pembelajaran tentang diri sendiri dan menempatkan diri pada hal yang sama ketika kita mencoba memahami orang lain. Menurut teori ini terdapat dua macam cara bagaimana menempatkan diri pada hal yang sama ketika kita mencoba memahami orang lain, yaitu:

a) Self Atribution (Atribusi Diri)

Menurut teori ini, kita merundingkan kehadiran kita dan perilaku yang diingat, dan mencoba mendapatkan penjelasan mengenai polanya. Penelit ian pada ekspresi emosi menguatkan penjelasan self atribution. Dengan memalsukan emosi seperti tampak bahagia padahal tidak atau tampak marah padahal tidak. Seseorang bisa membuatnya tampak nyata, suatu keadaan bahagia atau marah yang benar-benar bisa dirasakan. Teori ini menjelaskan bahwa ketika kita tersenyum, maka kita (diri pribadi) dan orang lain yang melihatnya menyangka tadi kita merasa senang.

b) Overjustification (Pembenaran yang berlebihan)

Proses self perception bekerja dengan menyimpulkan maksud dan tujuan kita. Contohnya: kita tahu bahwa seseorang dibayar mahal untuk suatu pekerjaan yang sulit. Ini mendorong kita untuk berkesimpulan bahwa uang sebagai tujuan ekstrinsik adalah motivasi utamanya. Sebaliknya, apabila seseorang bekerja keras melakukan sesuatu tanpa bayaran, kita menyimpulkan orang tersebut pasti sangat menikmati pekerjaannya karena itu dia mempunyai mot ivasi intrinsik. Menurut teori ini, anda mungkin merasa Overjustified (mendapat pembenaran yang berlebih) atas perilaku tersebut, dan hanya sedikit menikmat i pekerjaan (motivasi intrinsiknya sedikit).

Hubungan antara Konsep Diri dan Komunikasi

Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Apabila seorang mahasiswa menganggap dirinya seorang yang rajin maka ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur, duduk di kursi paling depan di ruang kuliah, membuat catatan yang baik dan mempelajari materi kuliah dengan sungguh-sungguh sehingga akhirnya mendapatkan nilai yang bagus.  Ada dua kualitas konsep diri yaitu konsep diri positif dan negatif. kualitas konsep diri mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal seseorang.

Oleh karena itu, konsep diri berpengaruh terhadap perilaku maka jelas konsep diri juga berhubungan erat dengan komunikasi. Ada dua kualitas konsep diri, yaitu positif dan negatif. Kualitas konsep diri ini mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal seseorang.

Materi selanjutnya di sini

Comments

2 comments

Materi ini cocok buat refresi dan dibaca sambil dengerin lagu feby ft. Fiersa bersatu yang di setiap lagu feby memiliki pesan yang hanya orang tertentu dapat memahami Terima kasih untuk materinya, dan semakin yakin untuk menjadi diri sendiri


EmoticonEmoticon